Mereka

Ya mereka… mereka yang terlintas dalam benakku, mereka yang aku pikirkan setiap saat. Mereka yang begitu saja seenaknya bersemayam di kepalaku. Kalian akan tahu kenapa orang-orang selalu bilang kalau “Penyesalan pasti ada di akhir, bukan di awal”

Cowok berkacamata…

aku pertamakali bertemu dengannya saat menginjak bangku SD. Kami beda sekolah, tapi aku merasa dia sahabat yang bisa diandalkan. Dia temanku di salah satu dua tempat kursus sekaligus, kebetulan? memang. Dia baik sekali… Tapi, dia juga menyebalkan. Huh, masak kakiku dibilang kecil, mentang mentang dia tinggi besar. Curang!!!

Jaket ungu…

Aku benar benar tidak mengenalnya. aku hanya mengetahui nama dan wajahnya yang tirus. Dia mengenal cowok berkacamata itu. Kami bertiga mengikuti bimbel yang sama pada saat SD. Aku yang kuper tidak bisa mengenalnya lebih dekat walaupun aku mengikuti gerak geriknya dari belakang. Melihat punggungnya yang perlahan menjauh

Someone called “D”…

Masih sewaktu SD, aku baru tahu sekolahnya sangat dekat denganku. Hal yang paling dan hingga saat ini aku ingat adalah  saat aku pulang dan sedang menunggu jemputan. Sore itu sepi dan hanya kami berdua yang ada, Mungkin karena bosan, dia menyapa duluan. “Dijemput siapa?” katanya, dari nada suaranya ia terdengar seperti anak yang selalu ingintahu. “Mama” jawabku kalem. yah, aku memang tipe pendiam.

Kami terdiam beberapa saat dan dia mendominasi percakapan dengan melanjutkan pertanyaan dan aku yang menjawab. Sebentar saja, hanya butuh beberapa menit salah satu orang tuanya datang menjemputnya. sesaat sebelum motor itu melaju, ia berpaling ke belakang dan katanya “duluan ya..” aku hanya membalas dengan anggukan.

“D” di mimpi…

Aku bertemu dia! aku bertemu dia! di mimpi…

yah, akhir akhir itu memang aku jarang melihatnya lagi. Aku seperti.. seperti semacam merindukannya. ya benar. mungkin itulah alasan mengapa ia ada dalam mimpiku. Ia masuk begitu saja kedalam mimpiku sebelum meminta izin padaku. Aku tidak akan menceritakan mimpiku, tapi yang jelas setelah kami melewati jalan yang berlika liku di akhir cerita, dia pergi meninggalkanku, sendiri..

Aku sering bermaksud tidur lagi dan melanjutkan mimpiku. aku ingin tahu alasan dia yang pergi tanpa alasan setelah seenaknya masuk ke alam bawah sadarku. Aku tidak percaya karena setelah itu aku benar benar tidak menemuinya di dunia nyata.

Conan…

Kami kebetulan sekelas waktu kelas sepuluh. Dia ketua kelas yang sangat pandai dan bijaksana. Epic! benar benar luar biasa, aku baru menemui orang seperti dia. Namun saat itu, aku tidak tertarik untuk mengenal dia lebih jauh.

Tahun berganti, aku tidak sekelas dengannya lagi. Tak masalah, memang aku yang menginginkannya. Tapi semakin lama, aku banyak mengetahui sifatnya. Jika analisaku benar salah satunya yaitu,, ia menyukai komik conan. Aku baru sadar kalau hampir semua tingkah lakunya sama dengan conan. Bahkan detik ini aku sedang membaca komik itu, entah kenapa.

Jaket ungu…

Kelas sebelas, kami akhirnya sekelas. Tapi dia tetap saja tidak mengenalku.

Cowok berkacamata…

Tak perlu ditanya, sejak pertamakali mos smp kami satu gugus dan mungkin dari situlah kata “tak pernah bertegur sapa” itu tercipta antara kami. Menoleh pun enggan. Cerita kami hanya berhenti sampai sini.

“D”…

Samasekali tak pernah menemuinya, mungkin kini ia berada diluar kota. Namun, “D” versi mimpi masih terekam dan selalu tergambar diotakku.

Conan…

Kenapa melihatku seperti itu?, pikirku. Ada yang janggal. Aku selalu merasa ada yang aneh setiap bertemu dengannya. Apa dia juga tahu kalau aku suka conan?

.

.

.

Terima kasih..

Terima kasih kepada mereka semua yang telah membuatku terus menyesal dan dihantui rasa bersalah hingga saat ini.

Aku merasa sangat bodoh. Kenapa aku harus jadi anak yang pendiam? Kenapa aku seperti orang yang begitu angkuh dimata mereka? Kenapa bukan aku saja yang mengawali percakapan waktu itu dengan pertanyaan, atau sekedar menjawab dengan jawaban panjang? Kenapa aku tak memulai berbicara dengan si jaket ungu itu? Kenapa dia harus mengabaikanku? Kenapa mimpi itu tak datang lagi? Kenapa aku menyesal sekarang? Kenapa aku waktu tak bisa diputar? Kenapa aku harus mengalami ini? Dan kenapa dia juga suka conan?!!!!

 

Blog Project

Okay, guys.. i have (very) important announcement for you all.. 
eng… ing.. eng.. jeng.. jeng.. doorrr.. bang!! (whatever etc)

i want to make :

azmacraifawh.blogspot.com as my personal blog

azmacraifawh.wordpress.com as my story blog

azmacraifawh.tumblr.com as my ” i post what i like and cathed my eyes” blog

azmacraifawh.blog.fc2.com as my emoticon blog

azmacraifawh.livejournal.com as my article blog (coming soon)

azmacraifawh.posterous.com as my fashion blog (coming soon)

azmacraifawh.carbonmade.com as my portofolio 1 (cooming soon)

azmacraifawh.multiply.com as my tutorial blog (coming soon)

and more at my page

About me

My name is Ikbar Fathimah Az-zahra. You can call me iik. I’m Azmac Raifawh, a moeslem. I’m born 29th December 1996. A capricornus girl. Love rainbow, music, and all things which make me happy. Do you know,.. “if you have any problem, you don’t have to settle it. But you must to know why the problem can happen” `;~

You can contact me with this http://itsmyurls.com/ikbarfathimah

and see my bloghttp://azmacraifawh.blogspot.com/

http://widget-08.slide.com/widgets/themepic.swf

http://www.glogster.com/flash/flash_loader.swf?ver=1306920844